Sejarah dan Kegunaan Lampion

Lampion/lantern tidak luput dari pengaruh peradaban Cina dan Jepang. Di Cina sendiri terlahir berabad-abad yang lalu merupakan perkembangan peradaban dimana mobilisasi orang berdagang ataupun beraktifitas di malam hari memerlukan penerangan yang memadai.

Adalah Isamu Noguchi, Noguchi Lamp seorang pematung kebangsaan Amerika yang telah mempopulerkan lampion melalui “Akari” lampu gantung yang tingginya kurang lebih 9.5 kaki yang terbuat dari kertas washi/beras dengan konstrusi kawat dan bambu berbentuk geometris, yang memberikan efek lampu gantung ala tradisional Jepang.

Pada awal tahun 1950-an Noguchi melakukan perjalanan ke Jepang tepatnya di kota Gifu, dimana industri lampion handmade mengalami jatuh bangun dan pasar tidak menentu. Hal ini dikarenakan keterbatasan sumber daya lokal untuk mengembangkan desain dan bentuk. Melalui “Akari” dia telah membuktikan keberadaan lampu lampion/tradisional Jepang dikenal dunia.

Dengan bangkitnya era Noguchi tersebut, lampion mengalami perkembangan pesat untuk pasar interior dan eksterior. Pemakaiannya tidak sebatas pada acara-acara keagamaan/tradisional saja melainkan sudah masuk ke interior perumahan-perumahan modern di negara-negara maju. Perancis memalui IKEA selalu menerbitkan katalog terbaru akan lampion pada toko-toko IKEA-nya. Di Italia melalui Akaristore-nya menampilkan produk-produk lampion berkelas/mewah.

Kegunaan Lampion

Kegunaan lampion kebanyakan dipakai pada acara-acara keagamaan yang bernuansa tradisional. Tapi berdasarkan perkembangan jaman saat ini lebih berfungsi sebagai aksesoris interior dan dekorasi. Fungsi interior lebih pada bangunan yang bernuansa modern dan minimalis, sedangkan untuk dekorasi lebih menekankan pada unsur kreatifitas, misalnya pada wedding, product launching dan dekorasi panggung.